Pacitan’13

Oke. Berlanjut ke cerita berikutnya. Karena saya lupa sampe mana. Jadi saya ceritakan dari H-1 pulang.

Siang itu mas Nico pulang dari rumah mbah nya yang berbeda dusun dengan rumah nenekku. Karena kemarin mas Nico gak ada dirumah buat temenin kita hunting spot foto disana, jadi siang itu kita ajak hunting spot foto. Karena saya baik hati, jadi saya share foto kita disana.

WP_20130812_019[1]

Camera360_2013_8_12_015533[1]

Ini Mas Nico diledekin Ivan Gunawan gara gara badannya bongsor /ups/ dan betisnya yang ‘wow’

Di jalan kecil itu tadinya kita mau lanjutin lurus, cuma kita ketemu ibu-ibu sama 2 anaknya. Katanya kalo kita terus itu bakalan jauh banget dan akhirnya kita turutin apa yang ibu itu omongin dan milih jalan lain yang nanti tembus di rumah nenek.

Besoknya, ayah sama ibu pergi ke Baturetno buat ngambil mobil yang udah selesai di servis. Dan waktu sampe rumah kita pastinya naruh barang bawaan yang udah dikemas ke mobil dan sekalian pamit pulang sama kakek nenek.

Karena ayah lagi baik, beliau menyarankan untuk berfoto terlebih dahulu di tugu perbatasan Provinsi Jawa Timur-Jawa Tengah. ini fotonya :

WP_20130813_005[1]

WP_20130813_008[1]

Perjalanan pun berlanjut menuju Pekalongan, tempat kakak KKP (Kuliah, Kerja, Profesi) di sekitar Kawasan Pegunungan Dieng.

Nyampe di desa nya. Tersepona banget! Nyampe nya malem sih. Tapi masih bisa kerasa asri nya gimana. Dann beruntungnya saya. Waktu bangun pagi pas banget sama momen sunrise. Ini dia fotonya

wp_ss_20130830_0003[1]

6tag_270813-212651[1]

Maksud di edit ini biar kelihatan orang nya. Bukan buat _____ (isi sendiri)

Abis sarapan kita langsung meluncur menuju Banjarnegara ke rumah neneknya Rafa (temanku) yang kebetulan ayahnya ialah teman dekat ayahku dari jaman masih berondong /uhukk/

Tadinya kita (keluarga Rafa dan keluargaku) akan berangkat bersama dari Banjarnegara menuju Cilegon. Tapi karena ibuku sudah elelahan dan ayah tidak bisa mengendarai mobil tanpa “dikomandoi”. Jadi setelah berbincang-bincang dan makan bersama kami langsung meluncur menuju Cilegon melewati Jalur Selatan Jawa.

Ini kali pertama kami melewati Jalur Selatan Jawa. Sebenarnya jalanan lengang, dan kami (mungkin semua orang) tidak menyukai jalanan macet tetapi, karena jaraknya yang lebih jauh jadi lebih baik lewat Jalur Pantura. Kami menghabiskan waktu satu hari satu malam di perjalanan. Menginap di Rest Area Km. (?) dari jam 10pm sampe 2am. Itu sampai ada pemberitahuan bahwa istirahat hanya dibatasi 2 jam karena rest area sangat penuh. Setelah buang air kami pun melanjutkan perjalanan menuju Jakarta ke rumah budhe untuk mengantar Mas Nico. Sampai di sana sekitar jam 3 pagi. Setelah Subuh, kami berpamitan dan pulang menuju Cilegon.

Mudik Pacitan’13 selesai sampai disini. Doakan kami semoga tahun depan kami dapat berkumpul dan bersilaturahim kembali di rumah Mbah Abu di Pacitan. Amiin

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s